<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://koperasifu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koperasifu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 15:58:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='koperasifu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://koperasifu.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://koperasifu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP-1880</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/09/01/90/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/09/01/90/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 20:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP-1880 Posted on Computer Health. Hari keenam belas di bulan November, Jam menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Sementara penghuni rumah lain terlelap tidur dalam kesunyian malam. Namun tidaklah demikian di rumah saya, dua orang manusia masih sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing seperti hari-hari biasanya mahasiswa yang dikejar deadline. Tiba-tiba Chendol [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=90&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2>Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP-1880</h2>
</div>
<p>Posted on <a rel="category tag" href="http://blog.kenz.or.id/category/computer-health">Computer Health</a>.</p>
<p>Hari keenam belas di bulan November,  Jam menunjukkan pukul 02.15  dini hari. Sementara penghuni  rumah lain terlelap tidur dalam kesunyian  malam. Namun tidaklah demikian di rumah saya, dua orang manusia masih  sibuk <span id="more-90"></span>mengerjakan tugasnya masing-masing seperti hari-hari biasanya  mahasiswa yang dikejar deadline.</p>
<p>Tiba-tiba Chendol berteriak setengah menjerit memecah kosentrasi  saya, “waduh, tintanya habis… !!!!” Chendol adalah nama sayang adek saya  yang sedang menempuh semester akhir di salah satu perguruan tinggi  Yogyakarta. Saya tersentak mendengar teriakan itu, tugas TAT dan ujian  statistika saya sendiri belum saya cetak, padahal hari itu adalah hari  deadline penyerahan tugas dan ujian.</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-1a.jpg" alt="Tinta Cartridge Canon 830" /></p>
<p>Diantara perut yang kelaparan dan rasa kantuk yang memuncak, saya  berpikir harus membeli tinta dimana pada jam segini? Printer saya saat  ini adalah Canon IP-1880 dengan jenis cartridge tinta PG830, PG831 dan  PG40, CL41. <strong>Mengapa canon begitu pelit? Dalam sebulan saya harus  berganti tinta seharga 200ribuan itu. Saya hitung rata-rata satu  cartridge tinta PG40 hanya mampu mencetak 400-500 lembar. Artinya setiap  lembar cetak seharga Rp 400,-. Boros?<br />
</strong><br />
Dalam keadaan darurat, lalu munculah suatu  ide untuk mengisi tinta tersebut sendiri. Kebetulan setahun yang lalu  saya masih menyimpan satu botol tinta printer yang saya beli di pameran  komputer. Awalnya saya mencoba mengisi cartridge PG40 dan berhasil. Lalu  saya coba mengisi cartridge jenis PG830. <strong>Berikut ini adalah langkah-langkah mengisi tinta printer IP-1880 secara darurat :</strong><br />
1. Siapkan peralatan yaitu : 1 botol tinta, suntikan, pisau dapur, tisu, dan lakban hitam.</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-1.jpg" alt="Peralatan Pengisian Tinta Printer Canon PG830" /></p>
<p>2. Buka penutup atas tinta dengan menggunakan pisau, pastikan mata  pisau tepat di regangan antara penutup tinta yang berwarna abu-abu dan  badan cartridge yang berwarna hitam. Belahlah seperti membuka buah  kedongdong. (eh buah apa ya, yang membelahnya penuh tekanan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-2.jpg" alt="Membelah Cartridge PG830" /></p>
<p>3. Anda akan melihat sebentuk kapas keras berwarna putih,  atau  hitam. Biasanya jika baru beli, hanya sedikit tinta hitamnya. Ini  membuktikan bahwa produsen hanya mengisi tinta tidak semaksimal  kapasitas cartridge tersebut.</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-3.jpg" alt="Penampang Dalam Cartridge PG830" /></p>
<p>4. Lakukan pengisian dengan cara menyuntiknya atau meneteskannya. Lakukan perlahan, dan saya anjurkan <strong>jangan terlalu penuh, tapi secukupnya</strong> saja (tidak becek).</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-4.jpg" alt="Isi Tinta Cartridge PG830" /></p>
<p>5. Pasang kembali penutup cartridge, dan untuk mengencangkannya, anda  bisa menggunakan lem ataupun juga lakban tipis. Cartridge pun siap  digunakan.</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-5.jpg" alt="Cartridge Siap Digunakan" /></p>
<p>Saya tidak menyangka begitu mudahnya pengisian cartridge tinta Canon  PG830 serta PG40, dan malam itupun adek saya bisa melanjutkan mencetak  tugas-tugasnya begitu juga saya. Fiuh !</p>
<p>Meski sudah dapat digunakan, tapi saya belum menemukan cara untuk  mengubah status tinta menjadi penuh.  Cara sementara merubah status  yaitu  menggunakan cartridge printer yang masih penuh, lalu diganti  dengan cartridge isian. <strong>Apakah ada yang tahu cara lain resetter pada printer Canon IP-1880?</strong></p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-7.jpg" alt="Status Tinta Printer Canon IP1880" /></p>
<p><strong>Catatan : </strong><br />
1. Hal yang sama dapat dilakukan dengan cartridge warna CL41/PG831.  Isilah tinta sesuai dengan partisi warna yang terdapat dalam cartridge  tersebut.</p>
<p><img title="Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880" src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-6.jpg" alt="Penampang Dalam Cartridge CL41" /></p>
<p>2. Saya tidak tahu apakah mengisi cartridge sendiri adalah usaha  ilegal atau tidak. Jika ilegal mengapa banyak sekali toko yang  menyediakan jasa pengisian cartridge.</p>
<p>3. Saya agak kecewa dengan produsen tinta cartridge Canon, mengapa  mereka mengisi cartridge tidak sesuai dengan kapasitas cartridge  tersebut.</p>
<p>4. Saya merasa menggunakan barang yang  tidak ramah lingkungan,  bayangkan berapa cartridge Canon kosong  yang harus saya buang dalam  satu tahun.</p>
<p>5. Saya tidak bertanggung jawab bila Anda melakukan apa yang saya  lakukan, dan kemudian terjadi hal-hal yang membuat suatu kerugian bagi  printer Anda ataupun kerugian material dan non material bagi diri Anda. <strong>Dengan melakukan hal ini, tanggung jawab kerusakan dan kehilangan garansi menjadi  resiko bagi Anda sendiri.</strong></p>
<p>Tags: <a rel="tag" href="http://blog.kenz.or.id/tag/komputer">komputer</a>, <a rel="tag" href="http://blog.kenz.or.id/tag/printer">printer</a>, <a rel="tag" href="http://blog.kenz.or.id/tag/tips">tips</a></p>
<p>SUmber : <a href="http://blog.kenz.or.id/2007/11/18/cara-mengisi-sendiri-tinta-printer-canon-ip-1880.html">http://blog.kenz.or.id/2007/11/18/cara-mengisi-sendiri-tinta-printer-canon-ip-1880.html</a></p>
<p>RESETTERnya : <a href="http://arkandas.wordpress.com/2009/04/17/resetter-printer-canon-ip-1880-1980-1100-1800-2500-dll/">http://arkandas.wordpress.com/2009/04/17/resetter-printer-canon-ip-1880-1980-1100-1800-2500-dll/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=90&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/09/01/90/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-1a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/11/tinta-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara Mengisi Sendiri Tinta Printer Canon IP 1880</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/85/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/85/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 19:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Silase Picu Produktivitas Kambing 26 May 2010 Koran Jakarta Teknologi Pemberian pakan hi-jauan dengan teknologi silase pada kambing bisa meminimalisasi risiko keracunan, meningkatkan produksi susu, serta memperpendek siklus reproduksi. Carso Abdullah, peternak kambing peranakan eta-wa (PE) di Desa Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, sering kali kewalahan mencari hi-jauan untuk mencukupi kebutuhan pakan lOekorkambingPE. Pasalnya, dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=85&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Teknologi Silase Picu Produktivitas Kambing</h1>
<div>26 May 2010</p>
<div>
<ul>
<li><a rel="tag" href="http://bataviase.co.id/category/media/koran-jakarta">Koran Jakarta</a></li>
<li><a title="Iptek &amp; Telekomunikasi &amp; Ponsel" rel="tag" href="http://bataviase.co.id/category/tajuk/teknologi">Teknologi<span id="more-85"></span></a></li>
</ul>
</div>
<div>
<p>Pemberian pakan hi-jauan dengan teknologi silase pada kambing bisa  meminimalisasi risiko keracunan, meningkatkan produksi susu, serta  memperpendek siklus reproduksi.</p>
<p>Carso Abdullah, peternak kambing peranakan eta-wa (PE) di Desa  Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, sering kali kewalahan mencari hi-jauan  untuk mencukupi kebutuhan pakan lOekorkambingPE. Pasalnya, dia hanya  mampu menyediakan hi-jauan untuk 6-7 ekor per hari. Karena itu, dia  harus membayar orang untuk mencari hijauan-terutama pada musim  kemarau-agar stok pakan kambing PE terus terjamin.</p>
<p>Namun, ketika stok pakan itu sudah terjamin, ternyata Carso masih  cemas. Dia sering kali dibayang-bayangi rasa ketakutan saat memberikan  hijauan secara langsung kepada hewan ternaknya. Sebab, tidak sedikit  kasus kematian mendadak kambing PE di Desa Gumelar lantaran keracunan  hijauan. Pemberian komposisi dan kualitas hijauan yang bervariasi kepada  hewan ternak, menurut Budi Rusto-mo, Kepala Pusat Penelitian Sumber  Daya Pedesaan, Universitas lenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto,  sebenarnya juga berisiko menurunkan produktivitas hewan ternak.  Indikatornya bisa terlihat dari tingginya tingkat mortalitas anak  kambing, rendahnya produksi susu, dan panjangnya siklus reproduksi.</p>
<p>Tapi, semua itu hanya cerita lama bagi Carso .dan kelompok Peternak  Etawa Gumelar Banyumas (Pagu-mas) di Desa Gumelar, tatkala mereka belum  mengenal teknologi silase pakan komplet Silase adalah cara mengawetkan  hijauan yang lebih ekonomis dan aman bagi hewan ternak. Teknologi silase  pakan komplet tersebut diperkenalkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI) bersama Unsoed lewat program IPTEK di daerah (Iptekda) 2008.</p>
<p>Program Iptekda pada prinsipnya merupakan media transfer ilmu  pengetahuan dan teknologi tepat guna dari UPI kepada usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM) di daerah. Desa Gumelar menjadi sasaran program  Iptekda lantaran merupakan sentra pengembangan kambing PE di Jawa Tengah  sejak dulu.&#8221;Dari jumlah penduduk 10.535 jiwa, hampir 65 persen bermata  pencaharian peternak kambing PE,&#8221; ujar Kepala Desa Gumelar Tjahjo  Erijanto. Namun, desa yang terletak 40 kilometer dari Purwokerto, bagian  barat Kabupaten Banyumas itu, meskipun berdaya dukung agroekosistem  yang baik, memiliki laju peningkatan populasi kambing yang sangat  rendah.</p>
<p>Peningkatan populasi kambing tidak mampu mengimbangi laju penumbuhan  pasar yang terus meningkat setiap tahun. Sebagai gambaran, data  Direktorat Jenderal Perternakan 2006 menunjukkanlaju pertambahan  populasi kambing rata-rata hanya 2,9 persen per tahun. Padahal,  kebutuhan konsumsi daging kambing dalam negeri mencapai 5,6 juta ekor  per tahun.</p>
<p>Pakan Komplet</p>
<p>Salah satu cara mengatasi masalah rendahnya pertumbuhan populasi  kambing PE, menurut Budi Kusi.inul, adalah meningkatkan produktivitas  ternak. Untuk meningkatkan efisiensi formulasi pakan kambing PE di  tingkat peternak, dibuatlah .ilusi pakan komplet berbasis sumber daya  lokal.Lebih detail. Budi menjelaskan teknologi //./.,- pakan komplet  menerapkan metode fermentasi anaerob (tanpa oksigen) sumber hijauan  dengan karbohidrat untuk memproduksi asam laktat organik. Sumber hijauan  yang bisa dimanfaatkan pada musim penghujan antara lain rumput  kolonjono, tebon (tanaman jagung muda), dan tayu-man (tanaman yang biasa  digunakan untuk pagar).</p>
<p>Selain itu, bagian dari tanaman yang digunakan untuk persediaan  kemarau antara lain ramban (daun mahoni, munggur, pisang, kesa-mbi,  turi, lamtoro), daun ubi kayu, dan kulit ubi kayu. Sedangkan hijauan  yang umumnya diberikan dalam keadaan kering antara lain jerami padi,  jerami kacang tanah (rendeng), dan jerami kedelai.Pembuatan silase pakan  komplet diawali dengan mencari sumber hijauan yang ada di sekitar desa.  Lalu,sumber hijauan tersebut dicacah dengan mesin pemotong (chopper)  dengan ukuran 5-10 sentimeter.Ukuran sumber hijauan yang terlalu kecil  dapat meninggikan produksi asam laktat sehingga kurang baik bagi  pencernaan kambing, sedangkan ukuran sumber hijau yang terlalu besar  juga berdampak kurang baik lantaran makanan akan terlalu lama  berse-mayam dalam perut kambing.</p>
<p>Lalu, cacahan sumber hijauan tersebut dicampur secara meratadengan  bahan aditif karbohidrat dan tetes tebu. Sumber karbohidrat tersebut  bisa berasal dari onggok, dedak, dan polar (limbah gandum) sebanyak  10-20 persen. Karbohidrat dan tetes tebu berfungsi sebagai penumbuh  mikroba asam laktat.&#8221;Penggunaan sumber karbohidrat sebagai penumbuh  mikroba asam laktat ini lebih praktis dan mudah ketimbang menggunakan  mikroorganisme stater,&#8221; ujar Budi. Dalam pencampuran bahan-bahan  pembuatan pakan ternak komplet tersebut juga ditambahkan  garamsecukupnya.</p>
<p>Selanjutnya, semua bahan dimasukkan dengan cara ditekan kuat-kuat  dalam wadah plastik atau tabung fermentator. Tujuannya untuk mengurangi  ruang oksigen. Masih terdapatnya oksigen dalam tabung fermentator  danaLmeinacu tumbuhnya jamur. Bila pakan ternak sudah terkontaminasi  jamur, secara otomatis tidak bisa digunakan lagi.Oleh sebab itu, tabung  fermentator harus ditutup rapat, dan proses ensilase dapat dibiarkan  berlangsung sempurna. Berdasarkan hasil riset Budi, proses ensilase  pakan komplet sekitar 3-4 pekan. Proses ensilase itu ditandai dengan  penurunan kadar keasa-man (pH) sekitar 4 sampai 4,5. Tanda-tanda lain  berhasilnya proses ensilase adalah adanya aroma segar dan manis, serta  tidak tumbuh jamur.</p>
<p>Menurut Budi, silase pakan komplet tersebut dapat diberikan secara  langsung. Namun, kambing yang belum pernah diberikan silase pakan  komplet masih butuh proses adaptasi antara dua sampai tiga pekan.Bila  pakan ternak akan dijadikan stok makanan kambing PE pada waktu musim  kemarau, bisa disimpan dalam plastik dan dilapisi karung, kemudian  diikat untuk mempertahankan kedap udara.&#8221;Berdasarkan hasil riset, silase  pakan komplet ini bisa bertahan sampai enam bulan. Dengan demikian,  stok pakan kambing tidak terpengaruh musim lagi,&#8221; pungkas Budi. awm/L-1</p>
</div>
</div>
<fieldset>
<legend>Entitas terkait</legend>
<p><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Carso">Carso | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Desa">Desa | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Indikatornya">Indikatornya | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=IPTEK">IPTEK | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Iptekda">Iptekda | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Jawa">Jawa | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Karbohidrat">Karbohidrat | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Lmeinacu">Lmeinacu | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=PE">PE | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Pemberian">Pemberian | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Pembuatan">Pembuatan | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Penggunaan">Penggunaan | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Peningkatan">Peningkatan | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Proses">Proses | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Silase">Silase | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Soedirman">Soedirman | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Sumber">Sumber | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Teknologi">Teknologi | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Tujuannya">Tujuannya | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Ukuran">Ukuran | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Universitas">Universitas | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Unsoed">Unsoed | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=UPI">UPI | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Desa%20Gumelar">Desa Gumelar | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Jawa%20Tengah">Jawa Tengah | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Kabupaten%20Banyumas">Kabupaten Banyumas | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Pakan%20Komplet">Pakan Komplet | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Program%20Iptekda">Program Iptekda | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Direktorat%20Jenderal%20Perternakan">Direktorat Jenderal Perternakan | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Kepala%20Desa%20Gumelar%20Tjahjo">Kepala Desa Gumelar Tjahjo | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Lembaga%20Ilmu%20Pengetahuan%20Indonesia">Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Peternak%20Etawa%20Gumelar%20Banyumas">Peternak Etawa Gumelar Banyumas | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Kepala%20Pusat%20Penelitian%20Sumber%20Daya">Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya | </a><a href="http://bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Teknologi%20Silase%20Picu%20Produktivitas%20Kambing">Teknologi Silase Picu Produktivitas Kambing | </a></fieldset>
<fieldset>
<legend>Ringkasan Artikel Ini</legend>
<div>Picu  Produktivitas Kambing  Pemberian pakan hi-jauan dengan teknologi silase  pada kambing bisa meminimalisasi risiko keracunan, meningkatkan  produksi susu, serta memperpendek siklus reproduksi. Tapi, semua itu hanya cerita lama bagi Carso .dan kelompok Peternak  Etawa Gumelar Banyumas (Pagu-mas) di Desa Gumelar, tatkala mereka belum  mengenal teknologi silase pakan komplet Silase adalah cara mengawetkan  hijauan yang lebih ekonomis dan aman bagi hewan ternak. Untuk meningkatkan efisiensi formulasi pakan kambing PE di tingkat  peternak, dibuatlah .ilusi pakan komplet berbasis sumber daya lokal. Ukuran sumber hijauan yang terlalu kecil dapat meninggikan produksi asam  laktat sehingga kurang baik bagi pencernaan kambing, sedangkan ukuran  sumber hijau yang terlalu besar juga berdampak kurang baik lantaran  makanan akan terlalu lama berse-mayam dalam perut kambing. Namun, kambing yang belum pernah diberikan silase pakan komplet masih  butuh proses adaptasi antara dua sampai tiga pekan. Bila pakan ternak akan dijadikan stok makanan kambing PE pada waktu  musim kemarau, bisa disimpan dalam plastik dan dilapisi karung, kemudian  diikat untuk mempertahankan kedap udara.</div>
</fieldset>
<fieldset>
Jumlah kata di Artikel : 840<br />
Jumlah kata di Summary : 163<br />
Ratio : 0,194</p>
<p>*Ringkasan  berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan  dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat  dialamatkan ke tech at mediatrac net.</fieldset>
<fieldset></fieldset>
<fieldset>Sumber : http://bataviase.co.id/node/225559</fieldset>
<fieldset></fieldset>
<fieldset></fieldset>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=85&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/85/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silase Lagi</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/silase-lagi/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/silase-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 19:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 26 Mei 2010 Pemberian pakan hijauan dengan teknologi silase pada kambing bisa meminimalisasi risiko keracunan, meningkatkan produksi susu, serta memperpendek siklus reproduksi. Carso Abdullah, peternak kambing peranakan etawa (PE) di Desa Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, sering kali kewalahan mencari hijauan untuk mencukupi kebutuhan pakan 10 ekor kambing PE. Pasalnya, dia hanya mampu menyediakan hijauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=83&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 26 Mei 2010<br />
<span style="color:#993300;font-size:small;"><strong> Pemberian pakan hijauan dengan teknologi silase pada kambing bisa  meminimalisasi risiko keracunan, meningkatkan produksi susu, serta  memperpendek siklus reproduksi. </strong></span> <span id="more-83"></span></p>
<p>Carso Abdullah,  peternak kambing peranakan etawa (PE) di Desa Gumelar, Banyumas, Jawa  Tengah, sering kali kewalahan mencari hijauan untuk mencukupi kebutuhan  pakan 10 ekor kambing PE.</p>
<p>Pasalnya, dia hanya mampu menyediakan hijauan untuk 6-7 ekor per hari.  Karena itu, dia harus membayar orang untuk mencari hijauan—terutama pada  musim kemarau—agar stok pakan kambing PE terus terjamin.</p>
<p>Namun, ketika stok pakan itu sudah terjamin, ternyata Carso masih  cemas. Dia sering kali dibayangbayangi rasa ketakutan saat memberikan  hijauan secara langsung kepada hewan ternaknya.</p>
<p>Sebab, tidak sedikit kasus kematian mendadak kambing PE di Desa Gumelar lantaran keracunan hijauan.</p>
<p>Pemberian komposisi dan kualitas hijauan yang bervariasi kepada hewan  ternak, menurut Budi Rustomo, Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya  Pedesaan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto,  sebenarnya juga berisiko menurunkan produktivitas hewan ternak.</p>
<p>Indikatornya bisa terlihat dari tingginya tingkat mortalitas anak  kambing, rendahnya produksi susu, dan panjangnya siklus reproduksi.</p>
<p>Tapi, semua itu hanya cerita lama bagi Carso dan kelompok Peternak  Etawa Gumelar Banyumas (Pagumas) di Desa Gumelar, tatkala mereka belum  mengenal teknologi silase pakan komplet.</p>
<p>Silase adalah cara mengawetkan hijauan yang lebih ekonomis dan aman bagi hewan ternak.</p>
<p>Teknologi silase pakan komplet tersebut diperkenalkan Lembaga Ilmu  Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Unsoed lewat program IPTEK di  daerah (Iptekda) 2008.</p>
<p>Program Iptekda pada prinsipnya merupakan media transfer ilmu  pengetahuan dan teknologi tepat guna dari LIPI kepada usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM) di daerah.</p>
<p>Desa Gumelar menjadi sa sar an program Iptekda lantaran merupakan sentra pengembangan kam bing PE di Jawa Tengah sejak dulu.</p>
<p>“Dari jumlah penduduk 10.535 jiwa, hampir 65 persen bermata pencaharian  peternak kambing PE,” ujar Kepala Desa Gumelar Tjahjo Erijanto.</p>
<p>Namun, desa yang terletak 40 kilometer dari Purwokerto, bagian barat  Kabupaten Banyumas itu, meskipun berdaya dukung agroekosistem yang baik,  memiliki laju peningkatan populasi kambing yang sangat rendah.</p>
<p>Peningkatan populasi kam bing tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan pasar yang terus meningkat setiap tahun.</p>
<p>Sebagai gambaran, data Direktorat Jenderal Perternakan 2006 menunjukkan  laju pertambahan populasi kambing rata-rata hanya 2,9 persen per tahun.</p>
<p>Padahal, kebutuhan konsumsi daging kambing dalam negeri mencapai 5,6 juta ekor per tahun.</p>
<p>Pakan Komplet</p>
<p>Salah satu cara mengatasi masalah rendahnya pertumbuhan populasi  kambing PE, menurut Budi Rustomo, adalah meningkatkan pro duktivitas  ternak.</p>
<p>Untuk meningkatkan efisiensi formulasi pakan kambing PE di tingkat  peternak, dibuatlah silase pakan komplet berbasis sumber daya lokal.</p>
<p>Lebih detail, Budi menjelaskan teknologi silase pakan komplet  menerapkan metode fermentasi anaerob (tanpa oksigen) sumber hijauan  dengan karbohidrat untuk memproduksi asam laktat organik.</p>
<p>Sumber hijauan yang bisa dimanfaatkan pada musim penghujan antara lain  rumput kolonjono, tebon (tanaman jagung muda), dan tayuman (tanaman yang  biasa digunakan untuk pagar).</p>
<p>Selain itu, bagian dari tanaman yang digunakan untuk persediaan kemarau  antara lain ramban (daun: mahoni, munggur, pisang, kesambi, turi,  lamtoro), daun ubi kayu, dan kulit ubi kayu.</p>
<p>Sedangkan hijauan yang umumnya diberikan dalam keadaan kering antara  lain jerami padi, jerami kacang tanah (rendeng), dan jerami kedelai.</p>
<p>Pembuatan silase pakan komplet diawali dengan mencari sumber hijauan  yang ada di sekitar desa. Lalu, sumber hijauan tersebut dicacah dengan  mesin pemotong (chopper) dengan ukuran 5-10 sentimeter.</p>
<p>Ukuran sumber hijauan yang terlalu kecil dapat meninggikan produksi  asam laktat sehingga kurang baik bagi pencernaan kambing, sedangkan  ukuran sumber hijau yang terlalu besar juga berdampak kurang baik  lantaran makanan akan terlalu lama bersemayam dalam perut kambing.</p>
<p>Lalu, cacahan <span style="text-decoration:underline;"><strong>sumber hijauan tersebut dicampur secara merata dengan bahan aditif karbohidrat dan tetes tebu.</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Sumber karbohidrat tersebut bisa berasal dari onggok, dedak, dan polar (limbah gandum) sebanyak 10-20 persen</strong></span>.</p>
<p>Karbohidrat dan tetes tebu berfungsi sebagai penumbuh mikroba asam  laktat. “Penggunaan sumber karbohidrat sebagai penumbuh mikroba asam  laktat ini lebih praktis dan mudah ketimbang menggunakan mikroorganisme  stater,” ujar Budi.</p>
<p>Dalam pencampuran bahan-bahan pembuatan pakan ternak komplet tersebut juga ditambahkan garam secukupnya.</p>
<p>Selanjutnya, semua bahan dima suk kan dengan cara ditekan kuat-kuat dalam wadah plastik atau tabung fermentator.</p>
<p>Tujuannya un tuk mengurangi ruang oksigen. Masih terdapatnya oksigen dalam tabung fermentator dapat memacu tumbuhnya jamur.</p>
<p>Bila pakan ternak sudah terkontaminasi jamur, secara otomatis tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p>Oleh sebab itu, tabung fermentator harus ditutup rapat, dan proses ensilase dapat dibiarkan berlangsung sempurna.</p>
<p>Berdasarkan hasil riset Budi, proses ensilase pakan komplet sekitar 3-4  pekan. Proses ensilase itu ditandai dengan penurunan kadar keasaman  (pH) sekitar 4 sampai 4,5.</p>
<p>Tanda-tanda lain berhasilnya proses ensilase adalah adanya aroma segar dan manis, serta tidak tumbuh jamur.</p>
<p>Menurut Budi, silase pakan komplet tersebut dapat diberikan secara  langsung. Namun, kam bing yang belum pernah diberikan silase pakan  komplet masih butuh proses adaptasi antara dua sampai tiga pekan.</p>
<p>Bila pakan ternak akan dijadikan stok makanan kambing PE pada waktu  musim kemarau, bisa disimpan dalam plastik dan dilapisi karung, kemudian  diikat untuk mempertahankan kedap udara.</p>
<p>“Berdasarkan hasil riset, silase pakan komplet ini bisa bertahan sampai  enam bulan. Dengan demikian, stok pakan kambing tidak terpengaruh musim  lagi,” pungkas Budi.<br />
awm/L-1</p>
<p>Sumber</p>
<p><a href="http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=53082">http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=53082</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=83&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/silase-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peternak Tidak Harus Ngarit Lagi</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/peternak-tidak-harus-ngarit-lagi/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/peternak-tidak-harus-ngarit-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 19:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Kusmayanto Kadiman berbagi cerita. &#8220;Pada saat musim kering, peternak tidak kurang akal. Mereka menyematkan kacamata hijau pada ternak agar mau makan rumput mati,&#8221; tuturnya. Mendengar cerita itu, hadirin kontan terbahak-bahak. &#8220;Ini betul terjadi,&#8221; Kusmayanto, Menteri Negara Riset dan Teknologi, meyakinkan. Kusmayanto menyampaikan cerita itu ketika berdialog dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-14 di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=81&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kusmayanto Kadiman berbagi cerita. &#8220;Pada saat musim kering, peternak  tidak kurang akal. Mereka menyematkan kacamata hijau pada ternak agar  mau makan rumput mati,&#8221; tuturnya.<span id="more-81"></span></p>
<p>Mendengar cerita itu, hadirin kontan terbahak-bahak. &#8220;Ini betul  terjadi,&#8221; Kusmayanto, Menteri Negara Riset dan Teknologi, meyakinkan.  Kusmayanto menyampaikan cerita itu ketika berdialog dalam rangka  memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-14 di Jakarta, 10  Agustus lalu.</p>
<p>Kejadian sapi berkacamata hijau itu terjadi di Cijangkar, Nyalindung,  Sukabumi, Jawa Barat. Di situ, tiap kali masa panen jagung tiba,  persediaan pakan pun berlimpah. Saking banyaknya, ternak yang dimiliki  petani tidak sanggup menghabiskan hijauan segar itu. Oleh peternak,  sebagian pakan itu kemudian disimpan sebagai pakan kering yang akan  dimanfaatkan pada musim paceklik.</p>
<p>Tapi masalah muncul, lantaran ternak enggan memakan makanan kering. Itu  sebabnya, untuk kamuflase, pada ternak itu dikenakan kacamata hijau.</p>
<p>Nah, agar ternak tidak perlu lagi memakai kacamata hijau, Badan  Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) punya cara lain. Yakni dengan  teknologi ensilasi atau teknologi fermentasi anaerob (tanpa oksigen)  yang memberikan kesempatan pada bakteri asam laktat (<em>Lactobacillus</em> <em>sp</em>) untuk memproduksi asam laktat organik.</p>
<p>Diah Asri Erowati, peneliti di Pusat Teknologi Lingkungan BPPT,  menjelaskan bahwa dalam pembuatan silase konvensional, biasanya  karbohidrat &#8211;dedak dan onggok&#8211; dicampur-campur dengan hijauan yang  dicincang. Nah, dengan metode baterai, karbohidrat tidak dicampur,  melainkan ditempatkan di atas hijauan dalam drum plastik.</p>
<p>Caranya, rajangan tumbuhan hijau dimasukkan ke drum plastik hingga  padat. Baru pada bagian atas ditambahkan karbohidrat dan ditutup rapat.  Produk yang dihasilkan dari teknik ensilasi itu adalah silase.</p>
<p>Silase adalah awetan pakan ternak berbahan baku tumbuhan hijau, limbah  pertanian, dan bahan pakan alami lainnya. Dengan kadar air tertentu,  bahan itu dimasukkan ke sebuah wadah tertutup rapat kedap udara &#8211;biasa  disebut <em>silo</em>.</p>
<p>Peneliti BPPT menggunakan drum plastik sebagai <em>silo</em> agar mudah  dipindah-pindahkan dalam kondisi anaerob. Juga mudah untuk memadatkan  cacahan hijauan sehingga satu drum sanggup menampung 100 kilogram.  Metode baterai merupakan inovasi pada penerapan teknologi ensilasi, guna  memanfaatkan karbohidrat berupa dedak dan onggok.</p>
<p>Dalam proses penyimpanan, <em>silo</em> dibalik, agar cairannya turun dan  diserap karbohidrat. Dengan diserapnya air, proses fermentasi tidak akan  berlanjut menjadi alkohol, karena pembentukan alkohol memerlukan air.  Sehingga silasenya menjadi kering, wangi, dan  manis. Dengan metode ini,  secara teori, hijauan bisa tahan hingga tiga tahun.</p>
<p>Menurut Asri, karbohidrat penyerap air harus dipanen tiga bulan sekali.  &#8220;Jika warnanya hitam-hitam, jangan diberikan pada ternak,&#8221; katanya.  Tanda-tanda hitam itu menunjukkan bahwa karbohidrat telah membusuk.  &#8220;Tetapi ada yang sampai lima bulan tetap bagus. Mungkin tergantung mutu  karbohidratnya,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Karbohidrat yang bagus itu bisa menjadi makanan tambahan atau konsentrat  untuk ternak. Konsentrat adalah bahan makanan yang konsentrasi gizinya  tinggi tetapi kandungan serat kasarnya relatif rendah dan mudah dicerna.</p>
<p><img src="http://www.gatra.com/images/gambar/79/71.jpg" border="0" alt="GATRA (Dok. GATRA)" width="550" height="15" /></p>
<p>Dalam proses pengawetan tersebut memang terjadi penurunan nilai gizi.  &#8220;Yang namanya pengawetan pasti menurunkan nilai gizi,&#8221; kata Asri. Namun  ensilasi yang merupakan pengawetan basah hanya menurunkan sedikit kadar  gizi hijauan, yakni 5%. Ensilasi juga tidak menggunakan energi, sehingga  terik ataupun tidak, tetap bisa diawetkan.</p>
<p>Bandingkan dengan pengawetan kering dengan penjemuran yang  menurunkan  kadar protein hingga 60%. Kelebihan lain silase adalah mengandung  mikroba yang menguntungkan untuk pencernaan ternak karena bisa  meningkatkan kinerja fili-fili usus dalam menyerap makanan. Sehingga  ternak lebih gampang gemuk.</p>
<p>Dengan demikian, silase akan menguntungkan peternak. Setiap 22,2  kilogram silase sanggup mendongkrak satu kilogram berat badan ternak.  Bandingkan dengan rumput lapangan segar yang memerlukan 27,3 kilogram.  Dengan menggunakan drum ensilasi, peternak juga menghemat pengeluaran  untuk pakan ternak.</p>
<p>&#8220;Ensilasi bisa menghemat hingga 100% dibandingkan dengan <em>ngarit</em> biasa. Dengan setiap hari <em>ngarit</em>, biaya per hari Rp 10.000 untuk per ekor sapi. Dengan silase, cukup Rp 5.000,&#8221; ujar Asri.</p>
<p>Selain itu, juga meningkatkan kemampuan petani dalam memelihara sapi dalam kandang komunal. Dengan <em>ngarit</em> biasa, satu orang hanya sanggup memelihara maksimal tiga ekor sapi.  Sedangkan dengan ensilasi, satu orang bisa memelihara 20 ekor sapi.</p>
<p>Caranya dengan menabung makanan ketika panen raya dan menyimpannya dalam  drum-drum ensilasi. Lagi pula, setelah habis, drum-drum ensilasi bisa  diisi ulang seperti tabung elpiji atau galon air kemasan.</p>
<p><img src="http://www.gatra.com/images/gambar/79/71.jpg" border="0" alt="GATRA (Dok. GATRA)" width="550" height="15" /></p>
<p>Diah Asri berharap, perbankan mau membantu memodali petani untuk  mengadakan drum-drum ensilasi. Satu drum harganya sekitar Rp 100.000.  Dengan kredit Rp 3 juta, petani bisa mengadakan 30 drum dengan kapasitas  3 ton silase. Cukup untuk pakan tiga ekor sapi selama dua bulan. Jika  biaya produksi per kilogram silase Rp 300, maka biaya yang harus  dikeluarkan untuk pakan Rp 900.000 per dua bulan untuk tiga ekor sapi.</p>
<p>Jika diproduksi secara pabrikan, harga silase bisa Rp 400 per kilogram  saat panen raya. Sedangkan di musim penghujan dan tidak panen raya, bisa  Rp 600 per kilogram. Pada musim kering bisa lebih mahal lagi.</p>
<p>Dalam setahun, Indonesia memiliki tiga bulan yang sangat kering. &#8220;Dalam  kondisi demikian, dengan harga Rp 1.200 per kilogram pun peternak mau,&#8221;  tutur Asri.</p>
<p>Jika diproduksi secara pabrikan, produksi 300 ton silase memerlukan  3.000 drum. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 milyar. &#8220;Itu cukup  untuk 1.000 ekor sapi,&#8221; katanya. Yang terpenting, petani harus memiliki  drum sendiri, sehingga ketika habis, tinggal diisi ulang. Memang  penyimpanan drum-drum itu memerlukan tempat, tapi bisa ditempatkan di  pabrik dan dipungut biaya sewa.</p>
<p>Tentu pabrik itu berada di daerah-daerah sentra peternakan, yang  sekaligus tersedia pertanian dengan tanaman jagung atau tebu. &#8220;Meskipun  hijauan itu pada musim kering sulit didapat,&#8221; katanya. Dengan  tersedianya silase di pabrik, peternak tidak perlu lagi menyematkan  kacamata hijau untuk memacu selera makan ternaknya. Sebab silase yang  berbau wangi, manis, dan kesat itu sangat disukai ternak.</p>
<p>Berkat inovasinya, Asri mendapat penghargaan sebagai peneliti skema  insentif ristek yang bisa diterapkan pada industri bidang ketahanan  pangan.</p>
<p>Sumber :<a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=129816"> http://www.gatra.com/artikel.php?id=129816</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=81&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/31/peternak-tidak-harus-ngarit-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gatra.com/images/gambar/79/71.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GATRA (Dok. GATRA)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gatra.com/images/gambar/79/71.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GATRA (Dok. GATRA)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Ground bagi komputer dan alat elektronika lainnya</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/pentingnya-ground-bagi-komputer-dan-alat-elektronika-lainnya/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/pentingnya-ground-bagi-komputer-dan-alat-elektronika-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 18:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Ground buat kalangan pecinta elektronik sangatlah penting walaupun dampaknya tidak terasa langsung namun nyata terasa, Ground atau juga dikatakan pentanahan yang dapat dapat di artikan menbuang sebagian elektron yang ada dan di alirkan ke tanah… Dalam peralatan audio efek ground sangat terasa jika volume suara di besarkan dengan timbulnya noise/derau yang semakin besar volumenya maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=69&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ground buat kalangan pecinta elektronik sangatlah penting walaupun dampaknya tidak terasa langsung namun nyata terasa, Ground atau juga dikatakan pentanahan yang dapat dapat di artikan menbuang sebagian  elektron yang ada dan di alirkan ke tanah…<span id="more-69"></span></p>
<p>Dalam peralatan audio efek ground sangat terasa jika volume suara di besarkan dengan timbulnya noise/derau yang semakin besar volumenya maka semakin besar noise yang di timbulkan. Ground juga berguna sebagai penyalur aliran listrik jika ada petir yang berguna melindungi bangunan dan manusia sekitar bangunan itu sendiri, contoh :</p>
<p>Dalam setiap sistem kelistrikan pastinya membutuhkan kabel ground agar alirannya lebih stabil dan sempurna. Terutama untuk kendaraan seperti mobil, kabel ground atau yang dikenal juga dengan sebutan kabel massa ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja komponen didalamnya. Komponen yang dimaksud bukan hanya yang berupa perangkat elektronik seperti audio saja, melainkan hingga ke pengapian, kinerja mesin terutama yang telah menggunakan komponen ECU yang sangat sensitif terhadap arus listrik.</p>
<p>Tanda pada mobil yang bisa menjadi indikator bahwa kabel grounding bermasalah adalah jika lampu, head dan rear lamp, fog lamp yang kondisinya masih bagus terlihat kurang terang saat menyala dan instrument lainnya yang menggunakan lampu menyala redup dan cenderung tidak stabil.</p>
<p>Akibat lainnya yang tidak boleh diremehkan dari adanya masalah pada sistem grounding, yaitu :</p>
<p>1. Proses kinerja ECU dalam mengatur mesin menjadi tidak sempurna, karena kestabilan arus listrik yang dibutuhkan ECU menjadi terganggu.<br />
2. Pengisian aki (Accu) tidak sempurna, sehingga mudah terjadi arus drop akibat perputaran arusnya tidak berjalan dengan baik.<br />
3. Audio System terganggu, seperti yang telah dibahas dalam artikel storing, bahwa grounding yang tidak benar atau bermasalah menjadi salah satu penyebab timbulnya storing.<br />
4. Sistem pengapian juga dapat menjadi bermasalah dan kemungkinan bisa menyebabkan mogok, karena bagian ini juga membutuhkan grounding yang sempurna untuk menghasilkan pengapian yang baik agar mesin dapat menyala dan berjalan sempurna.</p>
<p>Sempurnakan Grounding<br />
Menurut Henry Kings dari Arena Motorsport, agar sistem grounding mobil lebih sempurna, sebaiknya titik grounding dari kabel negatif aki dibagi lagi ke beberapa bagian mesin dengan menggunakan grounding wire kit, berikut adalah titik-titik grounding-nya :</p>
<p>1. Body<br />
2. Throttle<br />
3. Silinder Head<br />
4. Alternator</p>
<p>Seiring berkembangnya inovasi teknologi mesin, berbagai parts pendukung pun turut berkembang. Salah satunya adalah telah banyak parts yang dibuat khusus untuk memaksimalkan kestabilan nilai voltase aki (accu), alat ini umumnya disebut volt stabilizer. Alat ini dapat lebih menyempurnakan sistem grounding, jadi tidak ada salahnya juga jika dalam sistem grounding diaplikasikan volt stabilizer, terlebih bagi mobil yang sudah banyak mengalami modifikasi pengapian dan penambahan aksesoris lain yang menggunakan listrik.</p>
<p>Jika sistem grounding mobil sudah sempurna, dapat dipastikan arus listrik yang mengalir pada mobil semakin sempurna dan stabil. Efek dari stabilnya arus listrik ini sangat besar manfaatnya positif-nya buat menjaga keawetan parts mobil, terutama yang berhubungan dengan elektrikal seperti ECU, alternator, lampu-lampu bahkan hingga bagian sistem pengapian.</p>
<p>Sumber : http://oldsite.situsotomotif.com/tips-perawatan-plus/perawatan-mobil/jangan-remehkan-sistem-grounding/</p>
<p>baca juga sumber lainnya di bawah ini :</p>
<p>http://networking.jaringan-komputer.com/paket-instalasi-penangkal-petir.html</p>
<p>dan mash banyak contoh lainnya.</p>
<p>namun bagaimanakah jika komputer kita tidak dipasang ground..???</p>
<p>Sebenarnya tidak menjadi masalah karna tanpa ground pun komputer bisa di pakai namun masalah akan terasa pada pertengahan semester jika kita tidak menggunakan ground namun kita tidak menyadari bahwa hal itu disebabkan oleh ground. Secara langsung kita dapat merasakan bahwa komputer kita tidak diberi ground adalah kita akan merasakan sengatan listrik dengan tegangan 5 V sampai 12 V Dc, walaupun itu cuma DC (direct current atau arus yang bergerak searah) namun cukup untuk dapat menbuat kita merasa tersentak dibuatnya.</p>
<p>efek ground disini tidak akan dijelaskan secara detail karna menunggu uji analisis data karna bahan tentang efek ground bagi penulis masih kurang, namun menurut pengalaman penulis beberapa kali mengalami hal ini biasanya komputer akan mengalami gangguang secara fisik baik, komputer mudah hang, tidak bisa shutdown, melambat dan lain-lain, namun sebenarnya bisa saja ini di tangani dengan cepat namun penyakit yang sama akan kembali terulang di waktu tertentu hingga batas tertentu ini akan menjadi bumerang buat kita sendiri dengan kondisi paling parah adalah harus mengganti beberapa peralatan yang pital, misal RAM, Power suplly, dan terus menjalar jika tidak dibiarkan. penanganan kasus seperti biasanya terjadi untuk komputer yang keluaran terbaru karna (maaf masih dalam analisa penulis)….</p>
<p>pemasangan kabel ground cukup mudah, yaitu tempelkan kabel ke body komputer (chassing) ke tanah, bisa saja tempelkan ke dinding namun dikhawatirkan penggroundingan tidak sempurna karna aliran ground ke tanah tidak sesuai.</p>
<p>SUMBER :<a href="http://katamasuk.wordpress.com/2010/01/21/pentingnya-ground-bagi-komputer-dan-alat-elektronika-lainnya/"> Disini</a></p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=984494">Forum</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=69&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/pentingnya-ground-bagi-komputer-dan-alat-elektronika-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghindari Komputer Nyetrum…, Bikin &#8220;Grounding&#8221;!</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/komputer-nyetrum/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/komputer-nyetrum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 18:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering tidak sengaja menyentuh casing atau bagian lain dari komputer (desktop) yang berbahan metal lalu kesetrum. Saya khawatir bagaimana kalo anak-anak yang tidak mengerti mengenai listrik memegang casing komputer, wah bahaya kalo tersetrum. Selain tidak aman, muatan statis yang tidak terbuang dari perangkat elektronik juga dapat merusak komponen komputer secara perlahan-lahan terutama harddisk. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=63&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="item_body" style="text-align:justify;">
<p>Saya  sering tidak sengaja menyentuh casing atau bagian lain dari komputer  (desktop) yang berbahan metal lalu kesetrum. Saya khawatir bagaimana  kalo anak-anak yang tidak mengerti mengenai listrik memegang casing  komputer, wah bahaya kalo tersetrum.</p>
<p>Selain tidak aman, muatan  statis yang tidak terbuang dari perangkat elektronik juga dapat merusak  komponen komputer secara perlahan-lahan terutama harddisk.<span id="more-63"></span></p>
<p>Di dalam kabel listrik A.C. umumnya terdapat 2 jalur: positif (+) dan negatif (-) , namun pada  sebagian alat elektronik seperti komputer terdapat sebuah jalur lagi  yaitu ground. Jalur ini digunakan untuk membuang muatan statis ke dalam tanah.  Instalasi listrik yang tidak benar tidak menyediakan jalur ini atau  malah mengikutkan jalur ini bersama jalur negatif.</p>
<p>Masalah ini  banyak ditemui di rumah-rumah, warnet, dll. Ternyata instalasi listrik  di sebagian besar rumah di Indonesia tidak terpasang dengan benar.</p>
<p>Jadi gimana solusinya? Harus bongkar rumah? Ngga perlu… ikuti trik mudah dan murah berikut ini.</p>
<p><strong>Bahan-bahan:</strong></p>
<ol>
<li> Kabel satu jalur (serabut atau tunggal) dengan panjang secukupnya untuk  mencapai dinding rumah (dinding yang dimaksud di sini adalah dinding  semen/beton). Saya sendiri hanya menggunakan kabel bekas sepanjang 1  meter. Untuk rumah tingkat akan memerlukan kabel yang lebih panjang.  Namun semakin panjang kabel, maka daya pembuangan ke ground menjadi  berkurang.</li>
<li>Paku ukuran besar. Saya biasa menggunakan paku berukuran 6 cm.</li>
</ol>
<p><strong>Cara pembuatan:</strong></p>
<ol>
<li>Kupas kedua ujung pelapis kabel hingga ujung serabutnya tampak keluar sekitar 2-3 cm.</li>
<li> Pasang  paku ke dinding dari ketinggian lantai sekitar 15 cm. Semakin dalam  tertancap akan lebih maksimal, untuk itu sebaiknya gunakan paku yang  panjang misalnya 6 cm.</li>
<li> Ikatkan  salah satu ujung kabel ke paku, dan hubungkan ujung kabel lainnya ke  casing komputer. Untuk lebih jelasnya lihat gambar ilustrasi keren dari  saya di bawah ini:</li>
</ol>
<p>Saya  sudah sering berhasil melakukan instalasi grounding seperti trik di  atas. Jika Anda belum berhasil, periksa kembali kabel dan sambungan pada  paku serta casing. Jika berhasil maka PC jadi lebih aman dan bebas dari  kesetrum.</p>
<p>http://putroeatjeh.multiply.com/journal/item/90</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=63&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/20/komputer-nyetrum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Flaskdisk</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/tips-flaskdisk/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/tips-flaskdisk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 21:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Posting kali ini adalah jawaban dari sobat whitehack yang mengirimkan E-mail ke whitehackcomunity. Semoga posting ini dapat menbantu dan bermanfaat untuk sobat whitehack semua ^_^ Mungkin pernah sobat whitehack mengalami,saat sobat pasang flashdisk di komputer atau laptop, tetapi waktu sudah selesai dan mau dicabut, klik &#8216;Safely Remove Hardware&#8217; di pojok kanan bawah&#8230; tetapi muncul peringatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=61&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posting kali ini adalah jawaban dari sobat whitehack yang mengirimkan E-mail ke whitehackcomunity. Semoga posting ini dapat menbantu dan bermanfaat untuk sobat whitehack semua ^_^<span id="more-61"></span></p>
<p>Mungkin pernah sobat whitehack mengalami,saat sobat pasang flashdisk di komputer atau laptop, tetapi waktu sudah selesai dan mau dicabut, klik &#8216;Safely Remove Hardware&#8217; di pojok kanan bawah&#8230;<br />
tetapi muncul peringatan &#8216;Generic Volume cannot be Stopped right Now&#8217;.</p>
<p>Ini langkah-langkah jika sobat whitehack mengalami kejadian tersebut :</p>
<p>1. Klik kanan pada drive USB Flashdisk, klik Properties.</p>
<p>2. Buka Tab &#8220;Hardware&#8221; terus pilih Flashdisk nya.</p>
<p>3. Klik Properties lagi.</p>
<p>4. Cari tab &#8220;Policies&#8221;.</p>
<p>5. Periksa, apa bagian &#8220;Optimized for Performance or quick Removal&#8221; ada tanda centang. Kalau iya, sobat whitehack tidak perlu melakukan &#8220;Safely Remove Hardware&#8221;.</p>
<p>Tapi, jangan lupa sebelum mencabut Flashdisk, periksa dulu apakah masih ada program yang sedang di gunakan atau di proses.</p>
<p>Semoga tutorial dan info ini bermanfaat untuk sobat whitehack semua ^_^ sukses terus sobat semua<br />
AddThis</p>
<p>Posting kali ini adalah jawaban dari sobat whitehack yang mengirimkan E-mail ke whitehackcomunity. Semoga posting ini dapat menbantu dan bermanfaat untuk sobat whitehack semua ^_^</p>
<p>Mungkin pernah sobat whitehack mengalami,saat sobat pasang flashdisk di komputer atau laptop, tetapi waktu sudah selesai dan mau dicabut, klik &#8216;Safely Remove Hardware&#8217; di pojok kanan bawah&#8230;<br />
tetapi muncul peringatan &#8216;Generic Volume cannot be Stopped right Now&#8217;.</p>
<p>Ini langkah-langkah jika sobat whitehack mengalami kejadian tersebut :</p>
<p>1. Klik kanan pada drive USB Flashdisk, klik Properties.</p>
<p>2. Buka Tab &#8220;Hardware&#8221; terus pilih Flashdisk nya.</p>
<p>3. Klik Properties lagi.</p>
<p>4. Cari tab &#8220;Policies&#8221;.</p>
<p>5. Periksa, apa bagian &#8220;Optimized for Performance or quick Removal&#8221; ada tanda centang. Kalau iya, sobat whitehack tidak perlu melakukan &#8220;Safely Remove Hardware&#8221;.</p>
<p>Tapi, jangan lupa sebelum mencabut Flashdisk, periksa dulu apakah masih ada program yang sedang di gunakan atau di proses.</p>
<p>Semoga tutorial dan info ini bermanfaat untuk sobat whitehack semua ^_^ sukses terus sobat semua<br />
AddThis</p>
<p><a href="http://www.whitehackcommunity.co.cc/2010/07/tutorial-mengatasi-flashdisk-yang-tidak.html">UMBER</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=61&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/tips-flaskdisk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SILO &#8211; Sirkulasi Logistik</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/silo/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/silo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 19:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[pokoE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Tugas / Tempat Silo 1 Silo 2 Silo 3 Silo 4 Rumput Masuk Silo 01 08 15 22 Rumput Fermentasi 22 29 06 13 Pemberian Pakan 22 s/d 28 29 s/d 05 06 s/d 12 13 s/d 19<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=46&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="border-collapse:collapse;border:1px solid #c0a184;width:350px;">
<tbody>
<tr>
<th>Tugas / Tempat</th>
<th>Silo 1</th>
<th>Silo 2</th>
<th>Silo 3</th>
<th>Silo 4</th>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:tahoma;font-size:8pt;">Rumput Masuk Silo</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">01</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">08</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">15</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">22</td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:tahoma;font-size:8pt;">Rumput Fermentasi</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">22</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">29</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">06</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">13</td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:tahoma;font-size:8pt;">Pemberian Pakan</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">22 s/d 28</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">29 s/d 05</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">06 s/d 12</td>
<td style="text-align:center;font-family:tahoma;font-size:8pt;">13 s/d 19</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=46&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/silo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Limbah KOpi untuk Pakan Ternak</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/limbah-kopi-untuk-pakan-ternak/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/limbah-kopi-untuk-pakan-ternak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 14:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[BEBERAPA daerah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Pati, Rembang, Blora, serta Grobogan memiliki karakter yang unik terhadap perubahan musim. Di musim hujan, daerah-daerah tersebut kerap dilanda banjir. Tetapi di saat kemarau, dipastikan terjadi krisis air alias kekeringan. Padahal empat daerah tersebut merupakan sentra peternakan di Jawa Tengah, terutama sapi potong, kerbau, kambing, dan domba. Kekeringan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=43&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BEBERAPA daerah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Pati, Rembang, Blora,  serta Grobogan memiliki karakter yang unik terhadap perubahan musim. Di  musim hujan, daerah-daerah tersebut kerap dilanda banjir. Tetapi di saat  kemarau, dipastikan terjadi krisis air <span id="more-43"></span>alias kekeringan.</p>
<p>Padahal empat daerah tersebut merupakan sentra peternakan di Jawa  Tengah, terutama sapi potong, kerbau, kambing, dan domba. Kekeringan,  yang sebentar lagi akan tiba, bukan hanya menyengsarakan warga,  melainkan juga ternak-ternak ruminansia mereka. Rumput dan hijauan  makanan ternak (HMT) pun makin sulit didapatkan.</p>
<p>Sejak awal Orde Baru, sebenarnya pemerintah serta kalangan akademisi  terus mencari berbagai terobosan untuk mengatasi krisis HMT. Teknik  amoniasi dan silase pun diperkenalkan, untuk mengawetkan rumput dan HMT  yang berlimpah di musim hujan, kemudian diberikan kepada ternak di musim  kemarau.</p>
<p>Sebenarnya banyak juga material di luar rumput dan HMT yang bisa diolah  dengan teknik amoniasi. Salah satunya adalah limbah kulit kopi. Ya,  limbah yang selama ini kerap mangkrak di perkebunan dan penggilingan  kopi itu bisa dimanfaatkan untuk ternak ruminansia (sapi, kambing,  domba), bahkan bisa juga diberikan kepada unggas.<br />
Pengolahan Kopi Proses pengolahan kopi dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengolahan  kopi merah (masak) dan pengolahan kopi hijau (mentah). Pengolahan kopi  merah diawali dengan pencucian, perendaman, dan pengupasan kulit luar.<br />
Proses ini akan menghasilkan 65 persen biji kopi dan 35 persen limbah  kulit kopi. Biji kopi lalu dikeringkan dengan oven. Hasilnya adalah biji  kopi kering oven (31 %), yang akan digiling untuk menghasilkan kopi  bubuk (21 %). Sedangkan 10 persen lagi berupa limbah kulit dalam.</p>
<p>Proses pengolahan kopi hijau diawali dari penjemuran sampai bobotnya  mencapai 38 persen dari bobot basah. Kopi kering digiling dan  menghasilkan kopi bubuk (16,5 %). Sisanya, 21,5 persen, berupa campuran  limbah kulit luar dan kulit dalam.</p>
<p>Percobaan pemanfaatan limbah kopi pada ayam pernah dilakukan Muryanto,  Nuschati, Pramono dan Prasetyo (BPTP Jawa Tengah) pada tahun 2004.  Limbah kulit kopi mengandung protein kasar 10,4 persen atau hampir sama  dengan bekatul. Sedangkan kandungan energi metabolisnya 3.356 kkal/kg.<br />
Hasil penelitian BPTP (2004) menunjukkan, penggunaan limbah kulit kopi  sebanyak lima persen dari total ransum ayam hibrida tidak berpengaruh  negatif terhadap produktivitas ayam. Artinya, meski tidak terlalu  banyak, bisa menekan biaya pengeluaran peternak.<br />
Amoniasi Salah satu kendala pemanfaatan kulit kopi sebagai pakan ternak adalah  kandungan serat kasarnya yang tinggi (33,14%), sehingga tingkat  kecernaannya sangat rendah. Dengan proses amoniasi, tingkat kecernaan  kulit kopi bisa ditingkatkan.</p>
<p>Bukan hanya itu, amoniasi kulit kopi juga dapat meningkatkan kadar  protein serta menghilangkan aflatoksin. Metode ini pernah diteliti  sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan Undip (2005), dan sukses diuji  coba pada ternak domba.<br />
Bahan yang digunakan dalam pembuatan amoniasi kulit kopi adalah 20 kg  kulit kopi kering udara, 1 kg urea, dan 14 liter air. Adapun peranti  yang dibutuhkan meliputi timbangan, gelas ukur, terpal plastik, kantong  plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan), ember, dan pengaduk.</p>
<p>Cara pembuatannya, kulit kopi dihamparkan pada terpal / lembaran plastik  berukuran 180 x 200 cm2. Masukkan 14 liter air ke dalam ember, dan  masukkan pula 1 kg urea ke dalamnya. Aduk terus sampai semua urea  terlarut.<br />
Siramkan larutan urea ke kulit kopi secara merata, kemudian  dibolak-balik sampai seluruh bagian kulit basah oleh larutan tersebut.  Masukkan kulit kopi ke dalam plastik kantong (90x 100 cm) secara  rangkap, kemudian dipadatkan, dan diikat erat-erat.</p>
<p>Pastikan tak ada kebocoran pada kantong plastik. Setelah empat minggu,  amoniasi kulit kopi sudah dapat dibuka. Amoniasi diangin-anginkan selama  1-2 hari, sampai bau menyengat amoniak hilang. Sekarang, hasil amoniasi  bisa digunakan sebagai pakan sapi atau domba.</p>
<p>Kulit kopi yang telah diamonasi mempunyai kandungan protein 17,88 %,  kecernaan 50 % (semula 40 %), VFA 143 mM (semula 102 mM) dan NH3 12,04  mM (semula 4,8 mM).</p>
<p>Struktur dinding sel kulit kopi juga menjadi lebih amorf dan tidak  berdebu, sehingga lebih mudah ditangani. Dalam keadaan tertutup (plastik  belum dibuka / dibongkar), bahan pakan yang diamoniasi dapat tahan  lama. (Sriyati-32)</p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/05/22/64414/Limbah.Kopi.untuk.Pakan.Ternak">Limbah.Kopi.untuk.Pakan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=43&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/16/limbah-kopi-untuk-pakan-ternak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyusunan Pakan Sapi</title>
		<link>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/15/penyusunan-pakan-sapi/</link>
		<comments>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/15/penyusunan-pakan-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 21:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koperasifu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasifu.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Slide 1 MENYUSUN PAKAN SAPI PERAH Pendahuluan : Perimbangan antara harga satu kilogram konsentrat dengan harga penjualan perliter susu oleh peternak tidaklah berimbang. Bahkan dari tahun ke tahun imbangan tersebut semakin sempit Paada tahun 1974 perimbangan harga satu kilogram konsentrat dengan satu kilogram susu 1:5. Namun pada tahun 1990 perimbangan sudah menyempit menjadi 1:2,4. Saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=39&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]-->Slide 1<!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:white; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#FFFF99 !important;} a:active 	{color:#CC3300 !important;} a:visited 	{color:#FFCC00 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--></p>
<div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]--><strong>MENYUSUN PAKAN SAPI PERAH</strong></div>
<div>Pendahuluan :</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Perimbangan antara harga satu kilogram konsentrat dengan harga penjualan perliter susu oleh peternak tidaklah berimbang.<span id="more-39"></span></div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Bahkan dari tahun ke tahun imbangan tersebut semakin sempit Paada tahun 1974 perimbangan harga satu kilogram konsentrat dengan satu kilogram susu 1:5.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Namun pada tahun 1990 perimbangan sudah menyempit menjadi 1:2,4. Saat ini 1 : 1,5 (2009)</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Sebagai perbandingan, perimbangan antara harga satu kilogram pakan penguat dengan harga satu kilogram susu oleh peternak di Jepang berkisar antara 1:9 sampai 13,5.</div>
<div><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]-->Slide 2<!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:white; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#FFFF99 !important;} a:active 	{color:#CC3300 !important;} a:visited 	{color:#FFCC00 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--></p>
<div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Menunjang pertumbuhan, produksi, reproduksi dan kesehatan ternak.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]--> Pakan adalah campuran dari beberapa bahan pakan yang disusun sedemikian    rupa dengan komposisi tertentu dan siap disajikan pada ternak sesuai dengan kebutuhannya dalam waktu tertentu</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]--> Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung zat-zat pakan dalam komposisi seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->biaya pakan hampir 60-70% dari biaya produksi</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Empat hal yang harus diperhatikan pemberian pakan sapi perah yaitu:</div>
<div>1.ketersediaan bahan harus kontinyu,</div>
<div>2.palatabilitas (tingkat kesukaan sapi)</div>
<div>3.harga pakan</div>
<div>4.produksi susu yang dihasilkan yaitu sapi yang berproduksi tinggi harus diberikan pakan sesuai dengan kebutuhannya.</div>
<div><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]-->Slide 3<!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:white; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#FFFF99 !important;} a:active 	{color:#CC3300 !important;} a:visited 	{color:#FFCC00 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--></p>
<div>
<div>Dalam menyusun pakan sapi perah harus memperhatikan:</div>
<div>1.Nilai gizi bahan pakan. Diperkirakan dan digambarkan dari jumlah zat pakan yang terkandung dalam setiap massa pakan yang biasanya diketahui dalam bentuk perkilogram bahan kering (dry matter).</div>
<div>2.Kebutuhan zat gizi ternak. Diperkirakan dalam jumlah zat pakan yang akan dipergunakan untuk pokok hidup (<em>maintenance)</em>, tumbuh, bunting, dan produksi susu (karena energi protein, mineral serta vitamin juga terkandung dalam air susu).</div>
<div>3.Perbandingan formulasi. Perbandingan bahan pakan sehingga diperoleh komposisi zat pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak.</div>
<div>4.Kemungkinan terjadinya gangguan metabolisme akibat pembe­rian pakan tersebut.</div>
<div>5.Kecernaan pakan. Tingkat kecernaan suatu bahan pakan harus dipertimbangkan, demikian juga tingkat degradasi zat pakan (terutama protein) oleh mikroba rumen</div>
<div><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]-->Slide 4<!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:white; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#FFFF99 !important;} a:active 	{color:#CC3300 !important;} a:visited 	{color:#FFCC00 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--></p>
<div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]--><strong>Hijauan berdasarkan kualitasnya </strong></div>
<div><strong>1. Kelompok hijauan berkualitas rendah dengan</strong><strong><em> </em></strong><strong>karakteristik: </strong><strong> </strong></div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan protein kasar hijauan di bawah 4% dari bahan kering.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan energi di bawah 40% TDN dari bahan kering.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Sedikit atau tidak ada vitamin.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya jerami padi, jerami jagung dan pucuk daun tebu</div>
<div><strong>2. Kelompok hijauan berkualitas sedang dengan karakteristi: </strong></div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan protein kasar berkisar antara 5 &#8211; 10% dari bahan kering.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan energi TDN berkisar antara 41 &#8211; 50% dari bahan kering.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan kalsium 0,3%.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->hijauan yang termasuk dalam golongan ini diantaranya rumput alam, rumput lapangan, rumput gajah, rumput benggala dan rumput kultur lainnya.</div>
<div><strong>3. Kelompok hijauan yang berkualitas tinggi dengan karakteristik</strong></div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan protein kasar di atas 10% dari bahan kering.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan energi TDN di atas 50%</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan kalsium di atas 1,0%.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Kandungan vitamin A tinggi.</div>
<div><!--[if !ppt]--><img src="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" /><!--[endif]-->Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya golongan legume (daun kacang tanah, lamtoro, kaliandra, alfalfa, gliricidae dan daun kacang-kacangan).</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koperasifu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koperasifu.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koperasifu.wordpress.com&amp;blog=6178451&amp;post=39&amp;subd=koperasifu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koperasifu.wordpress.com/2010/08/15/penyusunan-pakan-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae9ecaebe841df1aeec0c360817d21c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koperasifu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Bejo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
