Penyusunan Formulasi Pakan Sapi Perah

Penyusunan  formulasi ransum bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi seperti :  energy, protein, vitamin dan mineral agar produktifitas ternak dapat maksimal. Atau dengan kata lain, menyediakan  ransum yang baik secara nutrisional,  agar dapat dikonsumsi  dalam jumlah yang cukup untuk mendukung tingkat produksi pada harga yang layak.

Beberapa informasi dasar yang dibutuhkan untuk penyusunan ransum antara lain :

  • Kebutuhan Zat makanan dan periode pemeliharaan, yaitu berdasarkan kepada kebutuhan konsumsi bahan kering  dan periode pemeliharaan (laktasi dan non laktasi). Konsumsi bahan kering dapat diberikan sebesar 2,5 – 3 % dari bobot badan,  tergantung pada : bobot badan, tinggi rendahnya produksi susu, periode laktasi, kondisi lingkungan,kondisi tubuh, jenis dan kualitas pakan terutama hijauan. Pada sapi laktasi berproduksi tinggi, kebutuhan energy kadang-kadang tidak terpenuhi karena keterbatasan konsumsi bahan kering sehingga dapat menurunkan bobot badan dan produksi.
  • Bahan Pakan. Perlu diperhatikan beberapa hal yaitu : Ketersediaan bahan lokal, harga serta kandungan  zat makanan dalam bahan yang akan digunakan
  • Tipe ransum yang akan dibuat. Hal  ini erat hubungannya  dengan komposisi yang dibutuhkan serta kandungan zat makanan. Misalnya tipe ransum lengkap (complete ration) yang merupakan campuran biji-bijian yang dicampur dengan hijauan.
  • Konsumsi Ransum. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi ransum seperti : Konsumsi energi (sangat besar pengaruhnya terhadap konsumsi ransum) , bentuk fisik ransum, palatabilitas ransum dsb.

Dibawah ini adalah tabel Kebutuhan Bahan Kering Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Pokok, Produksi Susu dan Pertambahan Bobot Badan Normal Pada Pertengahan dan Akhir Produksi

Prod. Susu4%FCM,kg Bobot Hidup
400 500 600 700 800
% Bobot Hidup
10 2,7 2,4 2,2 2,0 1,9
15 3,2 2,8 2,6 2,3 2,2
20 3,6 3,2 2,9 2,3 2,4
25 4,0 3,5 3,2 2,9 2,7
30 4,4 3,9 3,5 3,2 2,9
35 5,0 4,2 3,7 3,4 3,1
40 - 4,6 4,0 3,6 3,3
45 - 5,0 4,3 3,8 3,5
50 - 5,4 4,7 4,1 3,7
55 - - 5,0 4,4 4,0
60 - - 5,4 4,8 4,3

SOMBER eH

Link Terkait :

Pertumbuhan ternak sapi sangat tergantung kepada asupan gizi pada bahan makanan yang diberikan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pada pakan ternak selalu ditambahkan “premix”. Premix sangat berguna untuk kesehatan, pertumbuhan, dan produksi ternak yang optimal (Phillips, 2008).


Premix
dibuat dari campuran berbagai macam mineral,  mikro-ingredient dan bahan penyerta yang disatukan dalam suatu bahan pembawa yang diencerkan (carrier). Kekurangan  jumlah mineral pada ternak sapi dapat menyebabkan meningkatnya insiden penyakit dan masalah reproduksi,produksi yang rendah, dan laju pertumbuhan yang menurun pada sapi dara.

Defisiensi mineral utama yang kecil saja mampu mempengaruhi fungsi kekebalan ternak sapi dan kemampuan naturalnya untuk melawan infeksi, seperti pada penyakit mastitis dan penyakit lainnya. Penurunan kekebalan dijumpai sebelum penurunan produksi atau beberapa kelainan akibat defisiensi, seperti perubahan warna bulu dan lesi kulit.
Kebutuhan mineral pada tiap hewan berbeda, dengan kondisi tersebut Premix dibuat dengan komposisi yang juga berbeda-beda dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan ternak dan faktor reaksi antar mineral saat dimetabolisme dalam tubuh ternak.
Secara umum ada tiga jenis premix berdasarkan komposisinya. Ketiga premix tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Premix Vitamin-Mineral, yaitu feed suplement yang mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral.
  2. Premix Vitamin-Antibiotika, yaitu feed suplement yang mengandung berbagai jenis vitamin dan antibiotik.
  3. Premix Vitamin-Mineral-Antibiotik, yaitu feed supplement yang mengandung berbagai jenis vitamin , mineral dan antibiotik.

Sumber :

  • priyonoscience.blogspot.com
  • allproducts.com

ABRIANTO W. WIBISONO
Praktisi Bisnis
dan Wakil Bendahara Umum DPP PPSKI

================================

Dedak Padi Pakan Sapi
Diposting oleh Owner, 04 Agustus 2010, 04:15
EdufarmingSapi PotongPendukung
dedak padi pakan sapi
Dedak adalah hasil samping proses penggilingan padi. Untuk menghasilkan beras, bulir padi harus digiling, yaitu suatu proses untuk  memecahkan  kulit padi menjadi beras pecah kulit.Selanjutnya dilakukan proses penyosohan untuk mendapatkan beras berwarna putih yang disukai konsumen.Secara umum, proses penggilingan padi menghasilkan :

  • Biji beras utuh……………….55%
  • Biji beras patah……………..15%
  • Kulit………………………..20%
  • Dedak halus atau bekatul……10%

Dari proses penyosohan itulah lapisan kecokelatan yang menyelimuti biji beras dilepaskan. Lapisan ini disebut dedak atau bekatul padi (rice bran). Dedak ini harus dilepas dari biji beras karena mengandung enzim lipase yang membuatnya tengik sehingga tak cocok untuk konsumsi manusia.
Sebenarnya, dedak mengandung paling tidak 65 persen dari zat gizi mikro penting yang terdapat pada beras dan komponen tanaman bermanfaat yang disebut fitokimia, berbagai vitamin (thiamin,niacin, vitamin B-6), mineral (besi, fosfor, magnesium, potassium),asam amino, asam lemak esensial, dan antioksidan (Hariyadi, 2003).
Kandungan kaya gizi itu, membuat dedak menjadi bahan pangan fungsional yang penting, yang mengurangi risiko terjangkitnya penyakit dan meningkatkan status kesehatan tubuh. Dedak juga merupakan bahan bersifat hipo alergenik dan sumber serat makan (dietary fiber) yang baik. Oleh sebab itu dedak pada awalnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
dedak padi pakan sapiPemanfaatan dedak sebagai bahan pakan ternak sudah umum dilakukan. Pada usaha pembibitan sapi , dedak padi dapat menggantikan konsentrat komersial hingga 100%, terutama pada dedak padi kualitas sedang sampai baik yang biasa disebut dengan pecah kulit (PK) 2 atau sparator.
Akan tetapi penggunaan dedak padi sebagai pakan ternak,tetap harus diwaspadai kualitasnya.  Kandungan nutrisinya  sangat bervariasi, bergantung pada jenis padi dan jenis mesin penggiling,serta kemurnian dari dedak itu sendiri. Pada saat dedak padi sulit dicari, para penjual dedak padi seringkali mengurangi mutunya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.  Modusnya dengan cara  sebagai berikut :

  • Mengurangi  kandungan beras-menir dalam dedak, pemisahan sparator,dan penambahan tepung batu kapur, limbah rumput laut, tanah putih, tepung jerami padi. Hal ini terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi mesin penghalus (hummer mill).
  • Mencampurkan sekam yang sudah digiling kedalam dedak. Sekam adalah kulit gabah hasil samping dari proses penggilingan padi. Sekam tidak layak sebagai bahan pakan ternak karena kandungan serat kasar tinggi (35.3%). Pakan yang mengandung dedak dengan kandungan sekam 10% biasanya kurang berpengaruh, tetapi lebih dari 10% akan menurunkan performan ternak ayam broiller dan menurunkan produksi ayam petelur. Untuk ternak ruminansia kandungan sekam dalam dedak masih bisa ditelorir tidak lebih dari 25%. Hal ini dikarenakan ternak ruminansia memerlukan serat lebih tinggi dibandingkan dengan Unggas.Untuk mengetahui kandungan sekam dalam dedak dapat dilakukan dilaboratorium, tetapi hal ini memerlukan waktu yang cukup lama dan rumit. Saat ini sudah ditemukan cara untuk mendeteksi kandungan sekam dalam dedak yang lebih cepat dan praktis yaitu dengan Li_Test.

Pada musim panen keberadaan Dedak Padi memang cukup banyak dan seringkali disimpan untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi dedak padi tidak dapat disimpan lama karena :

  • Mudah rusak oleh serangga dan bakteri.
  • Mudah berjamur, yang dipengaruhi oleh kadar air,suhu serta kelembaban yang membuat jamur cepat tumbuh. Hal ini dapat diatasi dengan Zeolit dan kapur, yang berfungsi sebagai pengering atau penyerap air dari jaringan dedak padi. Penambahan zeolit atau kapur dapat meningkatkan daya simpan dedak padi sampai dengan 12 minggu.
  • Mudah berbau tengik, yang disebabkan oleh enzimlipolitik/perioksidase yang terdapat dalam dedak karena kandungan asam lemak bebas dalam dedak meningkat selama penyimpanan. Aktivitas enzim tersebut dapat dihambat antara lain dengan cara silase. Silase adalah suatu jenis produk yang dihasilkan melalui fermentasi dari bahan yang mempunyai kandungan air yang tinggi.  Kini sudah tersedia teknologi stabilisasi dedak padi. Stabilisasi dedak padi meliputi netralisasi/inaktifasi enzim lipase, yakni senyawa yang mudah teroksidasi yang menyebabkan dedak cepat busuk dengan mengeluarkan bau tengik. Enzim lipase itu merembes ke dedak pada cara penggilingan padi tradisional.  Langkah lainnya pada stabilisasi termasuk perlakuan methanolik terhadap komponen-komponen minyak mudah menguap pada padi. Dengan langkah-langkah stabilisasi tersebut dedak mempertahankan kandungan nutrisi yang cukup kaya meliputi serat-serat, vitamin B-kompleks, mineral, phytosterol, banyak jenis antioksidan, dan fraksi-fraksi minyak dan protein yang stabil.

dedak padi pakan sapi 3Popularitas dedak padi belakangan ini benar-benar telah naik.  Produk yang tadinya hanya sebagai pelengkap makanan ternak, belum lama ini mulai dikenal sebagai produk elit dunia untuk  industri pangan. Dedak padi hasil stabilisasi menjadi salah satu bahan ramuan favorit bagi makanan dan daging olahan. Bahkan berpeluang menggeser peranan isolat protein kedelai pada produk-produk daging teremulsi.
Henk W. Hoogenkamp menuturkan dalam ”Asia Pacific Food Industry”, perusahaan pengolahan makanan dan daging di berbagai negara termasuk di Asia kini mulai berlomba memprogramkan penggunaan dedak padi stabilisasi sebagai bahan/ramuan kunci bagi optimalisasi kualitas produk mereka. Hasil-hasil penelitian di lembaga-lembaga penelitian dan universitas di Amerika Serikat, Eropa dan Asia (Thailand dan Pilipina) telah mengkonfirmasi kemampuan dedak padi stabilisasi mengikat air dengan intensitas yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang dibanding isolat protein kedelai pada tingkat penggunaan 4%.

Dedak padi yang telah dikenal sebagai bahan untuk makanan suplemen dan fungsional, dalam bentuk terstabilisasi memiliki potensi untuk meningkatkan sifat fungsional dan stabilisasi emulsi daging dan daging giling kasar.
Satu rangkaian penelitian oleh sejumlah perguruan tinggi yang dilanjutkan dengan uji coba di pabrik membuka jalan bagi dedak padi untuk menjadi salah satu bahan bagi para teknolog pangan yang mencari bahan substitusi isolat protein kedelai. Pengakuan akan kelayakan dedak padi stabilisasi itu juga tercermin pada sikap Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang telah membolehkan penggunaan dedak padi stabilisasi sebagai bahan pengikat pada berbagai produk daging dan unggas


Dedak
berpotensi dikembangkan dalam industri pangan, farmasi, dan pangan suplemen (termasuk dietary supplement). Dedak padidapat sebagai bahan baku produk sereal serta  bahan dasar produk minuman fungsional yang mengandung vitamin B kompleks, gamma orizinol, tokoferol, tokotrienol, kolin, inositol, kalsium, dan potasium.


Dedak
juga dapat dijadikan sumber minyak berkualitas tinggi yang diperoleh dari proses ekstraksi. Hasil penelitian yang mengejutkan, minyak dedak padi (rice brand oil) bermanfaat untuk penderita diabetes karena kemampuannya mengurangi kadar gula dalam darah. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journalof Nutritional Biochemistry (Maret 2002) menyebutkan bahwa suplementasi minyak dedak padi mampu menurunkan kadar gula (glukosa) dalam darah, untuk penderita diabetes tipe I maupun tipe II.
Peluang lain adalah tepung beras yang mempunyai sifat fisik dansensor yang khas, sehingga berpotensi sebagai bahan baku pangan. Salahsatu sifat penting itu adalah nonalergenik sehingga secara khusus dapat dimanfaatkan sebagai substitusi tepung lain, terutama tepung terigu untuk orang yang alergi terhadap gluten dan produk lainnya.

Selain itu,tepung beras dapat diproses secara ekstrusi menjadi berbagai produk pasta, keripik, sereal sarapan, dan makanan ringan lainya. Tepung beras diperoleh dengan menggiling beras pecah atau patah, yaitu beras yang ukurannya kurang dari 3/4 ukuran biji utuh. Jadi, merupakan hasil samping dengan nilai ekonomi lebih rendah.
Peneliti dari Departemen Pertanian Amerika (USDA), Radjit S. Kadan, berhasil mengembangkan metode pembuatan french fries dari tepung beras.Salah satu keunggulannya, ternyata selama masa penggorengan sedikit menyerap minyak, yaitu 25-50 persen. Dengan karakteristik seperti ini,french fries dari tepung beras ini bisa menjadi alternatif bagikonsumen yang ingin mengurangi lemak. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam majalah Agricultural Research (Mei 2002).
Sumber :

  • abstraksi-ta.fti.itb.ac.id
  • sinar tani.com
  • balitnak.litbang.deptan.go.id
  • Korantempo.com
  • pustaka-deptan.go.id

ABRIANTO W. WIBISONO
Praktisi Bisnis
dan Wakil Bendahara Umum DPP PPSKI

Dedak (rice bran) yang merupakan hasil ikutan dari pengolahan padi, merupakan salah satu komponen dari pakan sapi.  Dedak berfungsi sebagai sumber energi bagi pertumbuhan sapi. Berdasarkan penelitian, energi yang terkandung dalam dedak padi bisa mencapai 2980 kcal/kg. Angka ini relatip tergantung pada jumlah serat kasar, dan kualitas lemak yang ada didalamnya. Semakin tinggi serat kasar maka semakin rendah pula jumlah energinya. Jadi, kualitas dari Dedak sangat tergantung dari jumlah serat kasar yang terdapat didalam dedak itu sendiri.

Untuk mendapatkan dedak dengan kualitas yang baik, dapat dilakukan beberapa analisa sbb:

1.Analisa Fisik

Dedak dengan kualitas yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Berwarna coklat cerah dan tidak menggumpal. Penggumpalan ini terjadi biasanya disebabkan oleh kadar air yang tinggi.
  • Tidak ada bau “tengik” (rancid). Bau tengik dapat disebabkan oleh proses oksidasi (karena dedak banyak mengandung asam lemak tak jenuh) serta tempat, cara dan lama  penyimpanan dedak yang kurang menenuhi syarat.

2. Proximat Analysis

Uji ini adalah uji dasar untuk aneka macam bahan baku pakan sapi  termasuk rice bran. Teknik analysa proximat tidak dijelaskan dalam tulisan ini, karena membutuhkan biaya serta peralatan dan cukup. Namun demikian ada beberapa nutrient yang harus tetap di uji untuk bisa menentukan nilai Energi metabolis dan Asam Amino dalam rice bran diantaranya adalah kadar air, protein, serat kasar, dan ash (abu). Standart hasil analisa proximat rice bran yang umumnya dipakai adalah sebagai berikut :

Standart Hasil Analisa Proximat  (SNI 01-3178-1996-REV.1992 Dedak Padi Kualitas I)

3. Kandungan Sekam/hull

Kandungan sekam mempunyai korelasi positif terhadap kandungan serat kasar. Semakin tinggi kandungan sekam, semakin tinggi juga kandungan serat kasarnya. Oleh karena itu perlu ada batasan dan teknik untuk mengetahui apakah kandungan sekam normal atau tidak. Kandungan sekam umumnya kurang dari 13 %, namun seringkali ditemukan dedak padi yang kandungan sekamnya lebih dari 15%. Untuk menhindari penggunakan penggunaan dedak padi dengan kandungan sekam lebih dari 15%, perlu dilakukan test dengan Flourogucinol. Karena telah diketahui bahwa flouroglucinol tidak bereaksi dengan dedak namun memberikan warna merah pada kulit padi (sekam). Uji dengan flouroglucinol ini juga bisa mendeteksi jika dedak padi di campur atau terkontaminasi dengan serbuk gergaji, karena pada prinsipnya flouroglucinol bereaksi dengan lignin yang ada dalam kulit padi.

Langkah – Langkah pengecekan Hull (sekam) :

  1. Grinding Sekam dan Kulit Gabah (hull)
  2. Dedak padi Grade A disaring dengan Sieve 0.6 mm
  3. Siapkan standart Dedak padi + 5%; 10%, 15%, 20%, 25% sekam
  4. Timbang masing-masing 1 gram dedak padi standart pada petri disk
  5. Timbang sample 1 gram dan letakan pada petri disk
  6. Pipet 4 ml phloroglucinol ke masing-masing petri diks
  7. Aduk sampai homogen
  8. Diamkan 10-15 menit
  9. Lihat perubahan warna dan bandingkan dengan standart

4. Kontaminasi Bahan Organik

Ini perlu dihindari, karena kontaminasi dengan bahan lain apapun bisa merubah komposisi nutrient, yang mana tidak semua nutrient (asam amino) selalu dianalisa sebelum digunakan. Teknik yang sering dilakukan untuk mendeteksi adanya kontaminan bahan anorganik seperti Zeolit yaitu dengan mereaksikan dengan CCl4 . Prinsipnya bahwa bahan organik akan mengapung jika ditambahkan zat tersebut sedangkan bahan anorganik tetap akan tenggelam

5. Kontaminasi dengan Kapur

Kontaminasi kapur pada dedak padi sering ditemukan dilapangan, karena memang harga kapur jauh lebih rendah dibandingkan dengan dedak, dan warnanyapun tidak banyak merubah warna dasar dedak. Kontaminasi dengan kapur secara fisik akan sulit diketahui, namun karena kapur dan dedak padi mempunyai perbedaan density yang cukup banyak sehingga merubah density dedak yang terkontaminasi. Density dedak rata-rata 350 gram/lt, sedangkan density dedak yang terkontaminasi kapur bisa mencapai 450 gram/lt.

Selain dari segi perbedaan density, kontaminasi dengan kapur juga bisa di uji secara kimiawi. Adanya reaksi HCL dengan kapur bisa digunakan untuk menguji adanya kontaminasi tersebut.

Peternak juga perlu memperhitungkan energi yang terkandung didalam dedak padi dengan cermat. Berikut adalah Simulasi hubungan energi pada dedak padi dengan nilai nutrisinya. Perubahan nilai protein biasanya tidak signifikan pengaruhnya terhadap kandungan energi, sedangkan peningkatan kandungan serat kasar dan abu akan menurunkan nilai energi cukup banyak.

SUMBER : selfmixing.blogspot.com

ABRIANTO W. WIBISONO
Praktisi BIsnis
dan Wakil Bendahara Umum DPP PPSKI

============================

Teknik pengolahan pakan, ditujukan untuk penyediaan bahan pakan secara berkesinambungan sepanjang tahun, serta untuk peningkatan kualitas bahan baku pakan.

Bahan pakan yang ketersediaannya selalu menjadi kendala adalah hijauan pakan. Di indonesia ada beberapa jenis hijauan yang biasa dikonsumsi oleh ternak sapi perah yaitu :

  • Rumput lapang, star grass dan rumput graminae. Jenis-jenis rumput ini sangat cocok diberikan pada sapi pedet yang baru mengkonsumsi hijauan karena kadar airnya rendah dengan kandungan protein cukup tinggi
  • Rumput Gajah, rumput Raja

Sayangnya , ketersediaan pakan hijauan   sangatlah  dipengaruhi oleh musim. Pada saat musim hujan stok-nya melimpah, sedangkan  pada saat musim kemarau akan sangat kekurangan.

Oleh sebab itu, untuk menjaga agar hijauan terselalu tersedia sepanjang musim, ada beberapa cara pengolahan pakan/ pengawetan hijauan yang dapat dilakukan antara lain  :

  1. Hay : hijauan yang dikeringkan sehingga kandungan air 12-20 %, disebut juga sale hijauan
  2. Silase : hijauan yang difermentasi sehingga hijauan tersebut tetap awet karena terbentuk asam laktat.
  3. Amoniasi : proses pengawetan hijauan dengan menggunakan amonia.

Sumber :

  • Bahan pakan dan pemberian ransum sapi perah ( An-an Yulianti, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran)

===============

Rumput Raja – Hijauan Pakan Sapi
Diposting oleh Owner, 25 Juli 2010, 09:25
EdufarmingSapi PotongPendukung
rumput raja bahan hijauan pakan sapi
Rumput Raja adalah salah satu jenis dari Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) yang ada di Indonesia. Rumput ini adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal, yang merupakan hasil persilangan antara pennisetum purpereum (rumput gajah) dengan pennisetum tydoides.

Batang dan daunnya berukuran paling besar dibandingkan dengan rumput lainnya, oleh karena itu disebut sebagai King Grass. Rumput Raja memiliki batang yang keras dengan daun berbulu kasar serta memiliki bercak berwarna hijau muda.

Produktivitas Rumput Raja jauh lebih tinggi dari rumput-rumput unggulan  lainnya, serta mempunyai kandungan zat makanan yang cukup bergizi. Menurut hasil penelitian, didapat data sebagai berikut :

  • Produksi hijauan segar :  1076 Ton/ha/tahun
  • Produksi bahan kering  :    110 Ton/ha/tahun
  • Prosentase perbandingan batang dan daun pada hijauan segar = 48 : 52
  • Prosentase perbandingan batang dan daun pada bahan kering  = 32 : 68

Sedangkan kandungan zat makanan yang ada dalam Rumput Raja adalah :

  1. Protein kasar = 13,5%
  2. Lemak             = 3,5 %
  3. NDF                 = 59,7%
  4. Abu                 = 18,6%
  5. Ca                    = 0,37
  6. P                      = 0,35

Rumput Raja mudah ditanam di segala kondisi tanah,  mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Rumput Raja menyukai tanah subur dan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Akan tetapi, untuk penanaman skala besar, tetap harus memperhitungkan beberapa faktor sbb :

  • Sumber air, karena air merupakan salah faktor yang sangat vital pada saat masa pertumbuhan Rumput Raja. Dengan adanya saluran air, juga mempermudah penyebaran pupuk secara otomatis melalui saluran pembuangan.
  • Kondisi Tanah, agar sesuai dengan keperluan petumbuhan Rumput Raja.  Untuk PH tanah yang terlalu “asam”  (PH dibawah 7) dapat ditambahkan kapur, sedangkan untuk pH tanah terlalu “basa” (PH diatas 7) dapat digunakan pupuk yang mengandung sulfur (ZA).
  • Topografi, penting untuk perencanaan pengolahan lahan dan sistem penanaman rumput. Pada kemiringan tanah diatas 18 0 sudah tidak efektif lagi untuk penanaman. Disamping itu semakin tinggi derajat kemiringan tanah semakin rendah efisiensi penggunaan pupuk dan membutuhkan upaya keras untuk mempertahankan kelestarian kesuburan tanah.

.

Penyiapan Bibit Rumput Raja

Rumput Raja ditanam dengan menggunakan :

  1. Stek, yang dipotong-potong dengan ukuran panjang 25 cm atau dipilih yang memiliki jumlah “mata” minimal 2 buah.
  2. Rumpun anakan (sobekan akar /pols), pilih yang sudah mempunyai tinggi sekitar 20 – 25 cm.

Bibit ditanam dengan jarak tanam : 60 x 100 cm, dengan 2 stek setiap lubangnya. Dengan demikian  perkiraan kebutuhan bibit rumput dalam hamparan tanah seluas 1 hektar adalah : (10.000m2 / 0,60)  x 2 stek = 33,332 stek

Apabila rata-rata 1 kg bibit rumput = 15 stek, maka perkiraan kebutuhan bibit rumput untuk 1 ha = 2.222 kg.

.

Pengolahan Tanah

Penanaman Rumput Raja memerlukan kondisi tertentu agar didapatkan hasil yang baik. Oleh sebab itu lahan untuk penanamannya harus diolah sbb:

  • Pembersihan lahan dari pohon-pohon, semak belukar atau tanaman lainnya.
  • Pencangkulan/pembajakan tanah sebanyak 1-2 kali, dengan kedalaman +/- 40 cm. Perlakuan ini bertujuan untuk memecah lapisan tanah menjadi bongkahan.
  • Pembalikan lapisan tanah, diratakan dan dibiarkan beberapa saat agar aktifitas mikro organisme meningkat sehingga mineralisasi bahan organik dapat berlangsung lebih cepat.
  • Penggemburan/penggaruan tanah hasil pembajakan/ pencangkulan menjadi struktur yang lebih kecil sekaligus untuk membersihkan tanah dari sisa perakaran tumbuh-tumbuhan liar.
  • Pemupukan dasar (N, P dan K) dengan kebutuhan per hektar 80 kg TSP, 60 kg KCl dan 110 kg urea atau  menggunakan 10 ton pupuk kandang/ha, 50 kg kcl dan 50 kg sp36/ha.
  • Pengistirahatan Tanah selama  ± 7 hari.
  • Pembuatan parit/lubang tanaman dengan kedalaman 20 cm. Pada tanah dengan kontur miring, tidak perlu diolah, cukup dibuat lubang-lubang menurut kontur tanahnya sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi ganda sebagai penahan erosi.

.

Penanaman Rumput Raja

Penanaman pada daerah tanpa irigasi, sebaiknya dilakukan setelah hujan pertama  sampai pertengahan musim hujan, sehingga pada musim kemarau, tanaman sudah dalam dan cukup kuat.

Penanaman dilakukan  dengan cara  yang sesuai dengan bibit yang digunakan yaitu :

  1. Stek, penanaman dilakukan dengan cara memasukkan ± ¾ bagian dari panjang stek dengan kemiringan ± 30 derajat atau dapat juga dengan cara memasukkan  stek kedalam tanah secara terlentang.
  2. Sobekan akar (pols), menanamnya seperti menanam padi, dengan kebutuhan setiap lubang 2 stek.

Tujuh hari setelah penanaman, alirkan air secukupnya ke lahan tanaman tersebut dan lakukan pennggantian apabila terdapat stek atau pols yang mati.

.

Perawatan Rumput Raja

Perawatan dilakukan dengan cara : Pendangiran/penyiangan,yaitu membersihkan tanamanan liar dan penggemburan tanah disekitarnya atau langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut.

.

Pemupukan Rumput Raja

Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu menggunakan urea dengan dosis 50 kg/ha. Selanjutnya pemupukan dilakukan ± 3-4 kali per tahunnya, dan setelah tiga kali pemotongan dengan dosis yang sama.

.

Pemotongan (defoliasi) Rumput Raja

Pemotongan pertama dapat dilakukan pada umur tanaman 2-3 bulan sebagai potong paksa. Hal ini bertujuan untuk menyamakan pertumbuhan dan merangsang pertumbuhan jumlah anakan. Pemotongan berikutnya dilakukan sekali setiap 6 minggu, kecuali pada waktu musim kemarau waktu potong sebaiknya diperpanjang. Tinggi pemotongan 10-15 cm dari permukaan tanah. Hindari pemotongan yang terlalu tinggi karena akan banyak sisa batang yang mengayu (keras). Demikian juga jangan dipotong terlalu pendek, karena akan mengurangi mata atau tunas muda yang tumbuh.

.

Peremajaan Rumput Raja

Peremajaan rumput dilakukan setelah tanaman tersebut mencapai umur 3 – 4 tahun atau setinggi-tingginya 4,5 tahun. Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. Sedangkan pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru, setelah tanaman tresebut mulai tumbuh dengan baik, maka rumpun lama dibongkar. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan rumput potongan tetap tersedia.

Sumber :

  • insidewinme.blogspot.com
  • acres-wild.com
  • dombagarut.blogspot.com

ABRIANTO W. WIBISONO
Praktisi bisnis
dan Wakil Bendahara Umum DPP PPSKI

=========================

Pemberian Pakan Pada Sapi Laktasi
Diposting oleh Owner, 25 Juli 2010, 09:33
EdufarmingSapi PerahProduksi
pemberian pakan pada sapi laktasi
Zat-zat makanan pada sapi laktasi digunakan untuk :

  1. Hidup pokok
  2. Pertumbuhan janin di dalam kandungan.
  3. Produksi susu.

Jika ingin mendapatkan produksi susu yang tinggi baik secara kuantitas maupun kualitas, maka harus diberikan pakan dalam jumlah yang cukup dan bermutu.

Beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk membuat ransum sapi laktasi :

  1. Mencari informasi bahan apa saja yang mudah didapat
  2. Menghitung harga bahan yang akan digunakan
  3. Mengetahui kebutuhan zat gizi sapi laktasi berdasarkan produksi dan tahapan laktasi (laktasi awal, laktasi tengah dan laktasi akhir)
  4. Menghitung puncak produksi susu, untuk mengetahui tingkat prestasi ternak tersebut.

Contoh Cara Mengetahui Puncak Produksi

No Hari laktasi perlakuan Produksi susu Keterangan
1. Hari ke 30 Tambah pakan konsentrat sebanyak 0,5 kg/hari bertambah Blm puncak produksi
2. Hari ke 31 Bertambah idem
3. Hari ke 32 Bertambah idem
4. Hari ke 39 Bertambah Puncak produksi terjadi pada hari ke 39
5. Hari ke 40 Tetap
6. Hari ke 41 Tetap
7. Hari ke 42 Tetap


Pakan konsentrat diberikan secara kering dengan tujuan agar derajat keasaman dalam rumen stabil sehingga berpengaruh positif terhadap jumlah dan kualitas susu yang diproduksi.

Apabila konsentrat diberikan secara basah maka perubahan cara pemberian konsentrat dari bentuk basah (dicampur air) dapat dilakukan secara bertahap dalam waktu 1 minggu

Konsentrat kering Konsentrat basah
Hari ke 1 1/3 bagian 2/3 bagian
Hari ke 2 1/3 bagian 2/3 bagian
Hari ke 3 ½ bagian ½ bagian
Hari ke 4 ½ bagian ½ bagian
Hari ke 5 2/3 bagian 1/3 bagian
Hari ke 6 2/3 bagian 1/3 bagian
Hari ke 7 100% 0


Contoh Jadwal Pemberian Pakan Pada Sapi Laktasi

No Waktu Pemberian Pakan Keterangan
Jenis Jumlah
1. 05.00-06.00 Pemerahan pagi
2. 06.30-07.00 Rumput gajahKonsentrat 20 kg2 kg
3. 11.30-12.00 Silase jagung 4 kg
Ampas tahu 4 kg Khusus untuk laktasi awal
Konsentrat 2 kg
4 15.00-16.00 - - Pemerahan sore
5. 16.30-17.00 Rumput gajah 20 kg
Konsentrat 2 kg
Rumput lapang 7,5 kg

Metode pemberian pakan harus  secara bertahap sejak 2 minggu pertama sebelum beranak sampai mencapai puncak produksi. Dengan demikian  sapi tersebut dapat mengoptimalkan produksi  sesuai dengan kemampuan genetiknya (disebut sebagai CHALLENGE FEEDING).

Pada kondisi ini, ternak sapi perah juga disiapkan untuk mendapat konsentrat yang banyak setelah beranak.

Agar mikroba rumen dapat beradaptasi dengan baik, maka pemberian konsentrat dimulai sejak 2 minggu sebelum beranak. Penambahan konsentrat diberikan secepat mungkin setelah beranak.


Keuntungannya :

  1. Pakan dapat digunakan untuk memproduksi susu secara langsung, dengan demikian efektifitas penggunaan energi pakan akan meningkat
  2. Puncak produksi dapat dicapai, hal ini berpengaruh terhadap periode laktasi berikutnya
  3. Tidak ada pembatasan pakan pada masa puncak produksi
  4. Dapat mengetahui kemampuan genetiknya, sehingga kita dapat mengafkir sapi apabila produksi susunya rendah
  5. Dengan total produksi susu yang tinggi akan diperoleh keuntungan secara maksimal.

Sumber :

  • alexandrajones.co.uk
  • Bahan pakan dan pemberian ransum sapi perah ( An-an Yulianti, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran)

ROCHADI TAWAF
Dosen FaPet UNPAD,
Wakil Ketua II ISPI
dan SekJen DPP PPSKI

===========================

Penilaian Kualitas Pakan Sapi
Diposting oleh Owner, 24 Juli 2010, 09:33
EdufarmingSapi PotongPendukung
penilaian kualitas pakan sapi

Untuk mendapatkan pakan sapi yang berkualitas, komponen/bahan baku  penyusun ransum untuk pakan sapi  harus dievaluasi. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan antara lain :

  • Analisa fisik, Dengan melihat bentuk, warna, aroma,dsb, agar tidak menyimpang dari yang disyaratkan.
  • Analisa Kimia. Banyak metode-metode kimia yang dapat digunakan untuk mengukur kandungan zat makanan pada setiap bahan pakan. salah satu metode yang sangat umum digunakan adalah metode analisis Proksimat. Metode ini dapat memberikan gambaran mengenai komposisi kimia suatu bahan meliputi kandungan air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.
  • Percobaan daya cerna dan keseimbangan zat makanan. Percobaan ini mengukur jumlah bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak yang diukur pada periode waktu tertentu, termasuk juga eksresi fecesnya (kotoran sapi).
  • Percobaan pemberian pakan pada ternak. Ditujukan untuk mengukur produksi yang dihasilkan setelah diberikan pakan  seperti; pertumbuhan berat badan atau produksi susunya

Kualitas pakan ini sangat menentukan hasil  produksi yang dihasilkan  dari usaha peternakan, oleh sebab itu data-data dari hasil penilaian kualitas pakan sangat penting karena akan digunakan dalam penyusunan ransum ternak.

Sumber :

  • Bahan pakan dan pemberian ransum sapi perah ( An-an Yulianti, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran)
  • foodandwaterwatch.org

ROCHADI TAWAF
Dosen FaPet UNPAD,
Wakil Ketua II ISPI
dan SekJen DPP PPSKI

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: